Leave Your Message
Apakah popok itu baik atau tidak, 5 poin yang perlu diingat.

Apakah popok itu baik atau tidak, 5 poin yang perlu diingat.

28 Juli 2022

Jika Anda ingin memilih yang tepat popok bayiAnda tidak bisa mengabaikan 5 poin berikut ini.

1. Poin pertama: Pertama, perhatikan ukurannya, kemudian sentuh kelembutannya, dan terakhir, bandingkan kesesuaian antara pinggang dan kaki.

Saat bayi lahir, banyak orang tua akan menerima popok dari kerabat dan teman, dan beberapa orang tua membeli popok terlebih dahulu selama kehamilan. Pada saat ini, perhatikan ukurannya.

Ukuran popok bayi ditentukan oleh berat badan, dan ukuran popok sangat memengaruhi gerakan bayi. Jika terlalu ketat, dapat mencekik kulit bayi, membuatnya tidak nyaman, dan kulit bayi yang halus dapat meningkatkan risiko ruam akibat gesekan berulang. Jika terlalu longgar, efek membungkus tidak dapat tercapai, dan urin dapat bocor ke tempat tidur, menambah pekerjaan orang tua.

Ukuran terkecil adalah Popok bayi baru lahirNB adalah singkatan dari newborn (bayi baru lahir), yang cocok untuk bayi baru lahir dalam usia 1 bulan. Bayi yang berusia lebih dari satu bulan akan mengalami peningkatan berat badan yang signifikan, sehingga orang tua tidak perlu menimbun popok NB.

Setelah memilih ukuran yang tepat, orang tua sebaiknya menyentuh popok dengan tangan untuk merasakan kelembutan bahan bagian dalamnya. Karena kulit bayi lebih halus dan sensitif daripada kulit orang dewasa. Jika terasa kasar saat disentuh, maka popok ini tidak cocok untuk bayi.

Selanjutnya, setelah memakaikan popok pada bayi, perhatikan apakah popok tersebut pas dengan tubuh bayi. Hal ini terutama bergantung pada apakah bagian pinggangnya sesuai dan apakah lingkar kakinya pas. Jika tidak ada karet elastis dan desain yang pas dengan kulit, mudah menyebabkan urine dan feses bocor keluar dari celah-celah tersebut, yang menyebabkan berbagai kejadian memalukan.

2. Poin kedua: Permeabilitas udara

Popok harus ringan dan cukup berpori agar nyaman dipakai 24 jam sehari. Jadi, bagaimana cara mudah menilai apakah popok tersebut berpori? Anda bisa melilitkan popok di lengan atau kaki Anda dan merasakan apakah tidak akan terasa pengap.

Orang tua yang menerapkan metode ini juga dapat menggunakan dua gelas identik, gelas bagian bawah diisi dengan setengah cangkir air mendidih, kemudian ditutup dengan popok, dan selanjutnya ditutup dengan gelas terbalik.

Popok berpori memungkinkan uap air pada bagian atas cangkir terlihat melalui popok ke bagian atas gelas.

tupian.jpg

3. Poin ketiga: Lihat airnya, terlihat seperti gumpalan.

Daya serap air yang tinggi pada popok dapat memastikan pantat bayi tetap kering dan tidak perlu sering diganti, terutama di malam hari, untuk memastikan tidur bayi dan orang tua.

Pengukuran langsung jauh lebih intuitif daripada membaca slogan. Orang tua menggunakan cangkir untuk mengisi 400 – 700 mL cairan, menuangkannya ke popok untuk mensimulasikan situasi urin, dan mengamati kecepatan penyerapan popok.

Popok yang basah seharusnya tetap rata, tanpa gumpalan di bagian dalamnya.

tupian (1).jpg

Poin keempat: Popok dengan desain anti bocor!

Jika popok menyerap cukup banyak air hingga bocor dari belakang dan luar, maka pakaian dan tempat tidur anak akan tetap basah kuyup oleh urine saat digunakan. Popok dengan lapisan isolasi anti bocor samping dan kedap urine memang menjadi favorit para orang tua.

tupian (2).jpg

Poin lima:
Perhatikan aspek keamanan dan periksa berbagai sertifikasi.

Sebagai kebutuhan sehari-hari bayi yang sering dipakai dan digunakan, popok menjadi prioritas utama para orang tua.

Popok yang diproduksi oleh Newclears menerapkan standar produksi dan kontrol kualitas yang ketat, serta tidak mengandung formaldehida, pewangi, dan bahan-bahan lain yang dikhawatirkan orang tua. Mereka secara ketat mengikuti standar yang relevan dari FDA AS, CE Uni Eropa, SGS Swiss, dan standar nasional ISO, serta telah lulus uji yang relevan.